Jumat, 13 November 2015

Indonesia patut berbangga karena penemu teknologi 4G adalah orang dari negeri sendiri.ia telah menginspirasi jutaan anak muda Indonesia.kehidupanya juga banyak rintangan.masa kecilnya hidup dalam kemiskinan.bahkan ia sempat bekerja sebagai tukang ngarit(pencari rumput untuk ternak).Jika kita browsing di Google dg kata kunci "penemu 4g" maka yg muncul adalah nama Khoirul anwar di Wikipedia.

ya,Dia bernama Prof.Dr.Khoirul Anwar.ia telah berhasil menggapai mimpinya membuat penemuan baru seperti halnya yang dilakukan oleh Michael Faraday dan Albert Einstein.tempat asalnya, Dusun Jabon, Desa Juwet, Kecamatan Kunjang, Kabupaten Kediri.,ia menciptakan sebuah teknologi transmitter saat ini dikenal di dunia dengan nama 4G Technology.Prof.Khoirul sekarang bertempat tinggal di Jepang.simak kisahnya berikut ini

Kisah Khoirul Anwar

saat anak-anak,ngarit merupakan rutinitas Khoirul sepulang sekolah yang sudah biasa dilakukan sehari-hari. Khoirul kecil sangat gemar dengan sains.Karena kegemaranya itulah,dia menyempatkan waktu disela-sela ngarit untuk membaca buku tentang teori Albert Einstein dan Michael Faraday.mimpinya pun melambung tinggi.Khoirul kecil punya keinginan kelak dapat menciptakan teori baru seperti yang dilakukan Einstein dan Faraday.ia bertekad dan berusaha keras ingin menggapai mimpinya dan merubah hidupnya.

Cita-citanya itu hampir gagal saat ia menjadi anak yatim karena Bapaknya,yang bernama Sudjiarto, meninggalkanya untuk selama-lamanya pada tahun 1990.saat itu Khoirul baru saja lulus dari Sekolah dasar. Dia pun khawatir,kebingungan dan takut ibunya, Siti Patmi, tidak bisa mengantarkannya menuju perguruan tinggi.Akhirnya, dengan penuh keyakinan, Khoirul meminta ibunya untuk menyekolahkanya setinggi mungkin demi meraih cita-citanya.akhirnya ibunya pun berusaha untuk menyekolahkan ke perguruan tinggi.

Kemudian Khoirul melanjutkan sekolah ke SMPN 1 Kunjang,lalu ia bersekolah di SMAN 2 Kediri yang menjadi sekolah favorit. Menjadi seorang anak desa yang bersekolah di kota membuat Khoirul merasa minder. Tetapi,rasa kurang percaya diri tersebut bisa ia kalahkan lewat kesungguhanya dalam menuntut ilmu.dan Hasilnya, ia dapat meraih juara kelas pada tahun pertama.

Saat menginjak kelas 2 SMA, Khoirul yang ngekos di Kediri berusaha menghemat pengeluaran agar ibunya tidak terlalu terbebani. Hal tersebut ia lakukan dengan cara tidak makan pagi sebelum berangkat sekolah.dan Hasilnya, peringkatnya turun ke posisi keenam.karena setiap jam 9 ia selalu merasa sakit kepala

Lalu Ibu dari salah satu temannya menawari Khoirul untuk menumpang tinggal di rumahnya secara gratis.dan Sarapan pagi juga terpenuhi dan hal itu membuat ranking khoirul kembali ke posisi teratas, bahkan menjadi murid terbaik di sekolah.

Khoirul kemudian melangsungkan pendidikanya di ITB(institut teknologi bandung Jurusan Teknik Elektro. Dan Khoirul berhasil lulus sebagai salah satu wisudawan terbaik ITB pada tahun 2000. Khoirul kemudian berusaha memperoleh beasiswa magister yang ditawarkan oleh Panasonic Jepang. Khoirul berhasil lulus rencananya memilih universitas di Tokyo.namun, kali ini Khoirul menemui hambatan.ia gagal lulus seleksi universitas di Tokyo ditambah lagi gagal lolos ujian berbahasa Jepang.

Khoirul merasa malu sekaligus sedih.ketika tahu bahwa dirinya tidak lolos.dan agar tidak dikembalikan ke tanah air,akhirnya ia pindah ke universitas yang lain yang berada di Jepang, yaitu NAIST. Dia kemudian lolos dan diterima di NAIST dan berhasil merampungkan magisternya selama satu setengah tahun.kemudian Khoirul melangsungkan studi doktoral.Khoirul pernah dianggap gila oleh para pakar teknologi saat sedang menjelaskan teorinya pada tahun 2005 di Hokkaido,jepang

4G Terinspirasi oleh Dragon Ball z
4G dibuat karena terinspirasi dari suatu adegan di Sinema Dragon Ball z .saat Goku menggunakan Genkidama.yaitu kekuatan alam yang digabungkan menjadi bola api.hal tersebut di coba dalam pembuatan teknologi 4G dengan menarik energi sekitarnya.

Di negara-negara maju, teknologi Long Term Evolution (LTE) sudah bisa dicicipi sejak lama. Sedangkan Indonesia, baru menggelarnya di tahun 2014. Itu pun ketersediaannya belum meluas. Meski demikian, adanya jaringan generasi keempat ini memunculkan harapan koneksi internet lebih cepat.

Terlepas dari itu, kita patut bangga karena di balik teknologi 4G LTE, penemunya orang Indonesia. Adalah Dr. Eng. Khoirul Anwar, penemu sekaligus pemilik paten teknologi 4G berbasis OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing).

Kelahiran Kediri 1978 ini menciptakan sebuah teknologi transmitter yang saat ini lebih dikenal dunia dengan sebutan teknologi 4G. Teknologi broadband ini menjadi standard internasional ITU, baik untuk sistem teresterial (di bumi) maupun satelit (di luar angkasa).

Ingin Jadi 'The Next Einstein'

Sejak kecil, Khoirul punya minat tinggi terhadap sains. Hampir semua buku-buku sains dilahapnya. Di sela-sela waktu belajarnya, Khoirul kecil sangat suka membaca buku teori ilmuwan ternama seperti Albert Einstein dan Michael Faraday, bahan bacaan yang terbilang 'berat' bagi anak sesusianya. Putra pasangan suami istri Sudjiarto dan Siti Patmi ini bermimpi tinggi ingin menjadi the next Einstein dan Faraday yang bisa menciptakan teori baru.

Cita-cita luhurnya nyaris gagal karena terbentur sulitnya keadaan. Pada 1990, ayah Khoirul meninggal dunia ketika dirinya baru lulus sekolah dasar. Namun tekadnya justru semakin kuat untuk sekolah setinggi-tingginya. Saat bersekolah di SMAN 2 Kediri, Khoirul berusaha keras menghemat pengeluaran agar ibunya tak terbebani.

Dia sempat jatuh sakit karena terlalu irit makan. Prestasinya di sekolah pun menurun. Namun semua jerih payah itu terbayar ketika pada akhirnya dia lulus Teknik Elektro (Telekomunikasi) dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Dia lulus pada 2000 sebagai salah satu wisudawan terbaik.

Setelahnya, Khoirul berjuang memperoleh beasiswa magister yang ditawarkan Panasonic Jepang. Dia memang memperoleh beasiswa tersebut, sayangnya tak lolos seleksi universitas yang diinginkannya di Tokyo. Dia juga gagal dalam ujian bahasa Jepang.

“Saya bertekad agar jangan sampai dipulangkan karena gagal. Jadi saya memutuskan pindah universitas lain di Jepang, di NAIST,” kata Khoirul saat berbagi cerita mengenai riwayat karirnya sebagai ilmuwan di acara detikINET, Desember 2014 lalu.

Lagi-lagi, kerja kerasnya memperlihatkan hasil. Dia merampungkan S2-nya di NAIST (Nara Institute of Science and Technology NAIST) pada 2005 dan S3-nya di kampus yang sama di 2008.

'Orang Gila' yang Terinspirasi Dragon Ball

Mungkin sudah nasib para ilmuwan, ketika mereka mengemukakan teorinya, seringkali dianggap gila. Ini juga yang dialami Khoirul. Sejumlah pakar teknologi mengganggapnya 'keblinger' saat dia menjelaskan teorinya pada 2005 di Hokkaido, Jepang.

“Saat saya jelaskan, orang mengira saya gila. Teknologinya pada saat itu belum sampai situ,” kenang Khoirul seraya tertawa. Namun pria yang sudah tinggal di Jepang lebih dari 12 tahun ini mengaku cuek dan tidak menyerah membuktikan teorinya.

Yang menarik, penemuan teknologi 4G dikatakannya terilhami oleh serial kartun Dragon Ball. Ya, sang profesor tak selamanya serius berkutat dengan buku dan penelitian. Diam-diam dia penggemar kartun dengan jagoan bernama Goku tersebut.
"Ketika Goku menggunakan kekuatan alam yang digabungkan menjadi bola api genki dama, sehingga menghasilkan tenaga yang luar biasa. Itu saya terapkan dalam formula matematika. Dalam teknologi 4G, menarik energi di sekitarnya,” papar suami dari Yayu Indriyani.

Ingin Pulang ke Indonesia

Berkat temuannya, kini internet berkecepatan tinggi bisa dirasakan banyak orang. Meski mungkin sebuah ironi, di saat Indonesia baru kedatangan 4G LTE, negara lain banyak yang sudah merasakan manfaatnya sejak beberapa tahun lalu. Padahal penemu teknologinya justru putra Indonesia.

Yang membuat iri, di Jepang misalnya, negeri tempat Khoirul menimba ilmu dan mempresentasikan 4G LTE pertama kali, sudah punya jaringan seluler super cepat yang bisa dinikmati bahkan di daerah pegunungan.

"Jaringan 2G tidak lagi digunakan pada 2012, yakni ketika 99% total pengguna layanan telekomunikasi bermigrasi 3G dan LTE. Area coverage LTE di sana bahkan diperluas hingga ke daerah pegunungan. Para penggunanya bisa menikmati 3G dan LTE ketika mereka berada di gunung Fujiyama sekalipun,” cerita Khoirul.

Meski berprestasi di Jepang, Khoirul menyimpan keinginan untuk kembali ke Indonesia. Semangat belajarnya yang tak pernah mati membuatnya terus mengasah kemampuan. Sosok cemerlang ini ingin pulang ke Indonesia ketika sudah menjadi salah satu tokoh terkemuka di bidang telekomunikasi.